27 Januari 2013

KOMPLEK MAKAM TROLOYO

( Makam Komunitas Muslim Majapahit )Lokasi : Di Dukuh Sidodadi, Desa Sentonorejo, kecamatan Trowulan. Kira-kira 750 m di sebelah selatan Candi Kedaton dan Sumur Upas.

Sangat toleransinya Majapahit terhadap agama Islam terlihat dari banyaknya makam Islam di desa Tralaya, dalam kota kerajaan, dengan angka tertua di batu nisan adalah tahun 1369 (saat Hayam Wuruk memerintah). Yang menarik, walau kuburan Islam tetapi bentuk batu nisannya seperti kurawal yang mengingatkan kala-makara, berangka tahun huruf Kawi, yang berarti bahwa di abad XIV Islam walau agama baru bagi Majapahit tetapi sebagai unsur kebudayaan telah diterima masyarakat. Diketahui pula bahwa para pendatang dari barat maupun orang-orang Tionghoa ternyata sebagian besar beragama Islam, yang terus berkembang dan mencapai puncaknya di abad XVI saat kerajaan Demak.

Petilasan Walisongo
Menurut cerita rakyat, Troloyo merupakan tempat peristrirahatan bagi kaum niagawan muslim dalam rangka menyebarkan agama Islam kepada Prabu Brawijaya V beserta para pengikutnya. Di hutan Troloyo tersebut kemudian dibuat petilasan untuk menandai peristiwa itu. Tralaya berasal dari kata setra dan pralaya. Setra berarti tegal/tanah lapang tempat pembuangan bangkai (mayat), sedangkan berarti rusak/mati/kiamat. Kata setra dan pralaya disingkat menjadai ralaya.

Situs Troloyo terkenal sebagai tempat wisata religius semenjak masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur, saat mengadakan kunjungan ziarah ke tempat tersebut. Sejak saat itu, tempat ini banyak dikunjungi peziarah baik dari Trowulan maupun dari daerah lain, bahkan dari luar Jawa Timur.

Ketenaran Makam Troloyo ini juga disebabkan karena seringnya dikunjungi oleh para pejabat tinggi. Selain itu, pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat Legi, haul Syekh Jumadil Qubro, dan Gerebeg Suro di tempat ini dilakukan upacara adat yang semakin menarik wisatawan untuk datang ke tempat ini.

Situs Troloyo merupakan salah satu bukti keberadaan komunitas muslim pada masa Majapahit. Situs ini terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Untuk mencapai situs ini dapat ditempuh dari perempatan Trowulan kearah selatan sejauh ± 2 km.

Dahulu komplek makam Troloyo berupa sebuah hutan, seperti hutan Pakis yang terletak lebih kurang 2 Km di sebelah selatannya. Peneliti pertama kali P.J. Veth, hasil penelitiannya diterbitkan dalam buku Java II yang diterbitkan dalam tahun 1878. Kemudian L.C. Damais seorang sarjana berkebangsaan Perancis,hasil penelitiannya dibukukan dalam “Etudes Javanaises I. Les Tombes Musulmanes datees de Tralaya” yang dimuat dalam BEFEO (Bulletin de Ecole francaise D’extrement-Orient). Tome XLVII Fas. 2. 1957. Menurut Damais angka-angka tahun yang terdapat di komplek makam Troloyo yang tertua berasal dari abad XIV dan termuda berasal dari abad XVI.

Kepurbakalaan yang ada di Troloyo adalah berupa makam Islam kuna yang berasal dari masa Majapahit. Adanya makam kuna ini merupakan bukti adanya komunitas muslim di wilayah ibukota Majapahit. Adanya komunitas muslim ini disebutkan pula oleh Ma-Huan dalam bukunya Ying Yai - Sing Lan, yang ditulis pada tahun 1416 M. Dalam buku The Malay Annals of Semarang and Cherbon yang diterjemahkan oleh HJE. de Graaf disebutkan bahwa utusan-utusan Cina dari Dinasti Ming pada abad XV yang berada di Majapahit kebanyakan muslim. Sebelum sampai di Majapahit, muslim Cina yang bermahzab Hanafi membentuk masyarakat muslim di Kukang (Palembang), barulah kemudian mereka bermukim di tempat lain termasuk wilayah kerajaan Majapahit.

Pada masa pemerintahan Suhita (1429-1447 M), Haji Gen Eng Cu yang diberi gelar A Lu Ya (Arya) telah diangkat menjadi kepala pelabuhan di Tuban. Selain itu, duta besar Tiongkok bernama Haji Ma Jhong Fu ditempatkan di lingkungan kerajaan Majapahit. Dalam perkembangannya, terjadi perkawinan antara orang-orang Cina dengan orang-orang pribumi.

Adanya situs makam ini menarik perhatian para sarjana untuk meneliti, antara lain P.J. Veth, Verbeek, Knebel, Krom, dan L.C. Damais. Menurut L.C. Damais, Makam Troloyo meliputi kurun waktu antara 1368–1611 M.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hanya diketahui nama seorang yang dimakamkan di kompleks Makam Troloyo, yaitu Zainudin. Namun nisan dengan nama tersebut tidak lagi diketahui tempatnya, sedangkan nama-nama tokoh yang disebutkan di makam ini berasal dari kepercayaan masyarakat.

Kesimpulannya bahwa ketika Majapahit masih berdiri orang-orang Islam sudah diterima tinggal di sekitar ibu kota. Ada dua buah kelompok atau komplek pemakaman : sebuah komplek terletak di bagian depan yakni di bagian tenggara dan sebuah lagi di bagian belakang (barat laut). Komplek makam yang terletak di sebuah bagian depan berturut-turut sebagai berikut :
  1. Makam yang dikenal dengan nama Pangeran Noto Suryo, nisan kakinya berangka tahun dalam huruf Jawa Kuno 1397 Saka (= 1457 M) ada tulisan arab dan lambang ‘surya Majapahit”.
  2. Makam yang dikenal dengan nama Patih Noto Kusumo, berangka tahun 1349 Saka (1427 M) bertuliskan Arab yang tidak lengkap dan lambang surya.
  3. Makam yang dikenal dengan sebutan Gajah Permodo angka tahunnya ada yang membaca 1377 Saka tapi ada yang membaca 1389 Saka, hampir sama dengan atasnya.
  4. Makam yang dikenal dengan sebutan Naya Genggong, angka tahunnya sudah aus, pembacaan ada dua kemungkinan : tahun 1319 Saka atau tahun 1329 Saka serta terpahat tulisan Arab kutipan dari surah Ali Imran 182 (menurut Damais 1850).
  5. Makam yang dikenal sebagai Sabdo palon, berangka tahun 1302 Saka dengan pahatan tulisan Arab kutipan surah Ali Imran ayat 18.
  6. Makam yang dikenal dengan sebutan Emban Kinasih, batu nisan kakinya tidak berhias. Dahulu pada nisan kepala bagian luar menurut Damais berisi angka tahun 1298 Saka.
  7. Makam yang dikenal dengan sebutan Polo Putro, nisannya polos tanpa hiasan. Menurut Damais pada nisan kepala dahulu terdapat angka tahun 1340 Saka pada bagian luar dan tulisan Arab yang diambil dari hadist Qudsi terpahat pada bagian dalamnya.

Sebagian dari nisan-nisan pada Kubur Pitu tersebut berbentuk Lengkung Kurawal yang tidak asing lagi bagi kesenian Hindu. Melihat kombinasi bentuk dan pahatan yang terdapat pada batu-batu nisan yang merupakan paduan antara unsur-unsur lama unsur-unsur pendatang (Islam) nampaknya adanya akultrasi kebudayaan antara Hindu dan Islam. Sedangkan apabila diperhatikan adanya kekurangcermatan dalam penulisan kalimah-kalimah thoyyibah dapat diduga bahwa para pemahat batu nisan nampaknya masih pemula dalam mengenal Islam.

Dengan banyaknya peziarah yang datang ke kompleks makam ini mempunyai nilai positif bagi masyarakat sekitar situs. Dampak posistif itu dapat dilihat dari segi ekonomi, di mana pendapatan masyarakat sekitar menjadi bertambah.

Hal ini menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk membangun sarana dan prasarana yang ditujukan untuk menarik pengunjung. Namun demikian terdapat juga sisi negatifnya, yaitu pembangunan yang mengabaikan prinsip-prinsip pelestarian.Dari keadaan sekarang yang ada di situs Makam Troloyo diketahui bahwa sarana-sarana bangunan yang ada menyimpang dari penataan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1993 Pasal 27 ayat (1) dan (2) disebutkan bahwa

pemugaran sebagaimana yang dimaksud ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan keaslian bentuk, bahan, pengerjaan, dan tata letak, serta nilai sejarahnya. Pengrusakan situs Troloyo dalam arti luas telah merubah bentuk secara keseluruhan, antara lain denah halaman makam, serta benda cagar budayanya itu sendiri. Denah halaman yang dimaksud adalah tambahan bangunan baru berbentuk lorong beratap, serta jirat dan nisan diganti bahan keramik baru warna putih sehingga sangat terlihat tidak asli. Perubahan tersebut jelas tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian benda cagar budaya.

Kasus pengembangan Makam Troloyo ini dapat menjadi pelajaran bagi kita, agar dikelak kemudian hari tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa pada situs yang lain, mengingat dewasa ini semakin maraknya perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terhadap situs-situs kepurbakalaan yang bersifat living monument

Kompleks makam Troloyo ada dua kelompok makam. Di bagian depan (tenggara) dan di bagian belakang (barat laut). Makam di bagian depan diantaranya: Kelompok makam petilasan Wali Sanga, Kemudian di sebelah barat daya dikenali dengan sebutan Syech Mulana Ibrahim, Syech Maulana Sekah dan Syech Abd, Kadir Jailani. Ada pula Syech Jumadil Kubro. Sedang di utara Masjid terdapat makam Syech Ngudung atau Sunan Ngudung. Kompleks makam di bagian belakang meliputi: Bangunan cungkup dengan dua makam yaitu Raden Ayu Anjasmara Kencanawungu, kemudian terdapat pula kelompok makam yang disebut Makam Tujuh atau Kubur Pitu yang dikenal sebagai Pangeran Noto Suryo, Patih Noto Kusumo, Gajah permodo, Naya Genggong, Sabdo palon, Emban Kinasih dan Polo Putro.

sumber : http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/

21 Januari 2013

Mbah Soleh, Murid Sunan Ampel yang Meninggal Sembilan Kali

Kisah Mbah Soleh, Murid Sunan Ampel

Adalah sebuah keajaiban yang tak ada duanya, ada seorang manusia di kubur hingga sembilan kali. Ini bukan cerita buatan melainkan ada bukti nyatanya.


Di sebelah Timur Masjid Agung Sunan Ampel ada sembilan kuburan, itu bukan kuburan sembilan orang, namun kuburan seorang yaitu murid Sunan Ampel yang bernama Mbah Soleh.

Kisahnya, Mbah Sholeh adalah tukang sapu masjid Ampel di masa hidupnya Sunan Ampel. Apabila menyapu lantai masjid sangatlah bersih sekali sehingga orang yang sujud di masjid tanpa sajadah tidak merasa ada debunya.


Ketika Mbah Sholeh wafat, beliau dikubur di depan masjid. Ternyata tidak ada santri yang sanggup mengerjakan pekerjaan Mbah Sholeh yaitu menyapu lantai masjid engan bersih sekali. Maka sejak ditinggal Mbah Sholeh masjid itupun lantainya menjadi kotor. Kemudian kata-kata Sunan Ampel. "Bila Mbah Sholeh masih hidup tentulah masjid ini menjadi bersih."


Mendadak Mbah Sholeh ada di pengimaman masjid sedang menyapuu lantai. Seluruh lantaipun selanjutnya menjadi bersih sekali. Orang-orang pada heran melihat Mbah Sholeh hidup lagi.


Beberapa bulan kemudian Mbah Sholeh wafat lagi dan dikubur di samping kuburannya dahulu. Masjid menjadi kotor lagi, kemudian terucaplah kata-kata Sunann Ampel seperti dulu, Mbah Sholeh pun hidup lagi. Hal ini berlangsung beberapa kali sehingga kuburannya ada delapan.


Pada saat kuburan Mbah Sholeh ada delapan, Sunan Ampel meniggal dunia. Beberapa bulan kemudian Mbah Sholeh meninggal dunia, sehingga kuburan Mbah Sholeh ada sembilan. Kuburan yang terakhir di ujung paling Timur.


Jika kita sempat berziarah ke makam Sunan Ampel, jangan lupa untuk berdoa di depan makam Mbah Sholeh !


Kisah Mbah Sonhaji, Murid SUNAN AMPEL

Sonhaji bekerja dengan tekun dan penuh perhitungan.

Ini kisah unik yang terukir seiring keberadaan Masjid Ampel di Surabaya, Jawa Timur. Namanya Mbah Sonhaji, salah seorang murid Sunan Ampel yang selalu disebut memiliki karomah luar biasa. Bagaimana ceritanya?

Kepiawaian Mbah Sonhaji yang berjuluk Mbah Bolong memang menakjubkan. Gelar yang disandang bukan tanpa alasan atau sebab. Murid Sunan Ampel ini (dijamannya) dikenal memiliki kemampuan yang luar biasa.


Dulu, di awal pembangunan Masjid Agung Sunan Ampel di kawasan Ampel Denta Surabaya, Sonhaji-lah yang ditugasi mengatur letak atau posisi pengimaman, untuk bisa tepat mengarah ke kiblat. Karena mendapat kepercayaan itu, Sonhaji bekerja dengan tekun dan penuh perhitungan. Ia tidak ingin letak pengimaman tidak lurus ke kiblat.


"Meski tidak ada catatan, cerita sejarah menyebutkan begitu. Itu sangat beralasan karena Sonhaji adalah seorang Nahkoda," kata juru kunci sekaligus petugas Bilal Masjid Ampel, H Baidowi Muri kepada
VIVAnews.com.

Baidowi mengatakan, dalam kisah itu banyak pihak meragukan 'keahliannya'. "Apa betul letak pengimaman masjid yang dibuat Sonhaji itu menghadap ke kiblat?"


Menyikapi keraguan banyak pihak itu, Sonhaji tidak menjawab. Ada cerita yang menyebut, Sonhaji kemudian melubangi dinding pengimaman sisi barat masjid, sambil berkata, "Lihatlah lewat lubang ini. Nanti kalian akan tahu apakah pengimaman ini sudah menghadap kiblat atau belum?” terang Sonhaji.


Setelah selesai melubangi dinding tembok, saat itu dikisahkan, orang-orang yang di sekitarnya diajak melihat ke dalam lobang yang di buat Sonhaji. Ternyata, ada kejadian 'ganjil' dari lubang itu mereka bisa melihat Ka’bah yang berada di Mekah.


Sementara, cerita lain yang berkembang, tidak dengan melubangi tembok. "Beliau itu kan seorang Mahtrus (Nahkoda) jadi sangat mungkin kalau memahami ilmu perbintangan dan ilmu falak (Ijtihat), termasuk tidak sulit menentukan arah kiblat," lanjut Baidowi.


Kata Baidowi, Sonhaji melakukannya spontan. Menghitung sendiri untuk menentukan pengimaman yang tepat mengarah kiblat. Mengetahui kerja Sonaji, Sunan Ampel pun memuji. Kerumunan orang lainnya pun tak dapat menyembunyikan rasa takjubnya.


Sejak itu, mereka tidak lagi meremehkan Sonhaji. Atas kepiawaiannya, Sonhaji kemudian diberi julukan Mbah Bolong.
Untuk mengenang itu, hingga kini peziarah yang datang ke Masjid Sunan Ampel Surabaya selalu menyempatkan berziarah di makamnya. Letaknya, berada di belakang Masjid Ampel tidak jauh dari Makam Sunan Ampel. Tentang keajaiban itu, hanya Tuhan yang tahu. (Laporan: Tudji Martudji | Surabaya) (adi)

Wudlu dalam Ilmiah

Dalam Alquran, kewajibn berwudhu ini diperintahkn dlam surah Al-Ma`idah (QS.5 :6) "Hai orang2 yg berimn, apabila kamu hendk mengerjkn shalat, maka basuhlh mukamu dan tanganmu sampai dengn siku, dan sapulah keplamu dan (basuh) kakimu sampai dngn kedua mata kaki.”"

Scara jasmani, orang yg senantiasa brwudhu dngan baik, benar, dan smpurna, dngn kata lain dalm sehari smalam ia melakukn stidakny lima kali pembersihn diri dgan berwudhu (sebelum sholat), maka akan terlepaslh brbagai kotorn dan debu yg menempel dibadannya, trutama anggota wudhu.

Mungkin, hal ini tak pernh kita sadari. Wudhu yg dilakukn dengan baik, benr dan sempurna dpt mnyehatkn dan mencegh sseorang dri brbagai macam penyakit.

Rasulullh bersabda, "Barangsiapa berwudhu dgn membaguskn wudhu'nya, mka keluarlh dosa-dosany dari kulitny smpai dri kuku jari- jemariny". HR. Muslim.

Rasulullah jga brsabda, "Sungguh ummtku akan diseru pada hri kiamat dlam keadaan bercahya krena bekas wudhu'nya, (Abu Hurairah menambahkan) mka siapa yg mampu melebihkn panjng sinar pada tubuhny, maka lakukanlh. ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Dalm pnelitian yg dilakukn Muhammad Salim, tentang manfaat wudhu untk ksehatan, terungkp bahwa brwudhu dengn cra yg baik dan benr, akan mengakibatkn tubuh sseorang terhindr dri sgala penyakit. Berikut ini fakta2 ilmiah yg terungkap :

1. Membasuh kedua telapak tangn. Dalam awal berwudhu disyariatkn untuk membasuh kedua belah tangan, masing2 sebanyak 3 kali.

Fakta yg terungkp bahwa kedua tangn banyk membawa mikroba yg trkadng berpindh ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum ber-wudhu.

Makin jelaslah makna dari sabda Rasulullah: Apabila salah seorng diantara kalian bangun dri tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencuciny terlebih dahulu tiga kali.

2. Berkumur-kumur. Dalam berwudhu disyariatkan untuk melakukan berkumur2. Fakta ilmiah menunjukan bahwa dengan sering melakukn berkumur-kumur dapt menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi.

Terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi dan adany pembusukan yang terjadi disebabkn oleh makanan dan air liur, yang kemudian bercampur dalam perut dan menuju ke darah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

Selain itu, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah.

3. Melakukan Istinsyaaq Dalam berwudhu disyari'atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya melalui hidung pula.

Muhammad Salim dalam penelitiannya menganalisis masalah kesehatan ratusan hidung orang-orang sehat yang tidak berwudhu dan membandingkannya dengan ratusan orang yang teratur dalam berwudhu selama lima kali dalam sehari dan melaksanakn shalat. Salim mengambil zat dalm hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumnnya.

Pekerjaan ini ia lakukan slama berbulan2. Berdasarkn analisisnya, orang2 yg tdak brwudhu, maka warna hidung merka memudar dan berminyak, terdpt kotoran dan debu pada bgian dalam hidung.

Selain itu, rongga hidung orang yang tidk brwudhu itu juga memiliki permukaan yang lengket dan brwarna gelap.

Adapun orang2 yg teratur dalm berwudhu, ungkap Salim, mka permukaan rongga hidungny tampk cemerlang, bersih, dan tidak brdebu.

Selanjutny, brdasarkan pengamatn yang dilakukannya dengn mikroskop, Salim menemukn, bahwa pada orang yang tidk berwudhu, terdapat lebih banyk jumlh kuman penyakit dlam rongga hidungnya, dan itu akan mnjadi tempat pertumbuhn kumn penyakit, dibandingkn dengn orang2 yg brwudhu.

Jumlh kuman yang banyak itu, akan mmpercepat pertumbuhan dan pnularan kuman penyakit lainny. Proses keracunan bisa terjad sbagai akibat adanya perkembngn brbagai mikroba yang berbhya bagi rongga hidung, kemdian sampai ke tenggorokan untuk kmudian terjadi berbagai peradangn dan penyakit, apalagi jka sampai masuk ke peredarn darah.

4. Membasuh Wajah dan Kedua Tangn Sampai Siku. Dr Zhong dari University of Toronto, dan Dr Liljenquist dari Northwestern University mengatakan : "Air mgandung kekuatan magic, bahkn membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan, yg dimaksud adlh aktivits berwudhu, adlah cara yg paling efektif untuk relaksasi (menjadikn badan rileks) dan menghilangkn tensi tinggi (emosi).



Membasuh Wajah, Dua Tangan Hingga Siku, dan Dua Telapak Kaki
Membasuh wajah, dua tangan hingga ke siku, dan dua telapak kaki memiliki manfaat dalam menghilangkan debu dan bakteri. Di samping itu, ia juga mampu membersihkan wajah dari kandungan lemak yang keluar dari kelenjar kulit dan keringat.

Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa berbagai bakteri tidak akan menyerang kulit manusia, selama kebersihannya terjaga.
Apabila manusia dalam waktu lama tidak membasuh anggota tubuhnya maka lemak dan keringat yang keluar dari kulit akan menumpuk di permukaan kulit yang nantinya akan menyebabkan kulit menjadi sangat gatal. Gatal-gatal ini biasanya akan digaruk dengan jari tangan yang pada umumnya tidak dalam kondisi bersih. 
Artinya, bakteri bisa masuk ke dalam kulit melalui garukan tersebut. Cairan-cairan yang menumpuk tersebut akan mengundang bakteri sehinga bertambah banyak dan berkembangbiak.
Ilmu patologi modern dan para ilmuwan terkemuka telah menemukan bahwa bakteri dan jamur akan menyerang kulit orang yang tidak memperhatikan kebersihan tubuhnya. Hal ini tentunya bisa dihindari dengan wudhu dan mandi.
►►►

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Salim terungkap bahwa wudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari berbagai penyakit. Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dengan orang yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.

Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap. Sedangkan orang-orang yang teratur dalam berwudhu, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.
Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu), maka bahan kimia tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan neurolog asal Austria menyatakan bahwa wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena  keselarasan air wudhu dan titik-titik saraf sehingga kondisi tubuh akan senantiasa sehat.
Salah satu pakar kesehatan yang melakukan kajian ilmiah tentang wudhu adalah Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy.

Menurut Dr.. Magomedov, wudhu dapat menstimulasi/ merangsang irama tubuh alam, khususnya pada area yang disebut Biological Active Sports (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik refleksologi Cina.
Kalau untuk mempelajari titik-titik refleksi Cina bisa diseleseikan dalam waktu 15-20 tahun, dengan Wudhu menurut Dr. Magomedov bisa diseleseikan dengan cepat dan sederhana. Dan, Keunggulan lainnya refleksi dengan Wudhu tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi mencegah masuknya penyakit.

Dri seluruh fakta trsbut diatas maka barulh disadari mukjizat disyari'atkanny berwudhu' di dalam Islam. Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.


diambil dari berbagai sumber. 

Merusak Rumah Tangga Orang (MRTO) secara syar'i

Kalau di sana ada musik islami, ada bank syari'ah namun "katanya" ada praktek ribawinya atau ada mukhalafah terhadap syariah dalam bermu'amalah dengan harta, ada demokrasi islam, ada film (sinetron) islami dan hal-hal lain yang berlabel islam namun islam dan as-sunnah berlepas diri dari semua itu maka tidak aneh kalau ada yang mengatakan "Merusak rumah tangga orang secara islami". Tentu saja untuk menutupi sesuatu yang haram agar dianggap halal sebagaimana harta riba dikatakan bunga. Maka agar merusak rumah tangga orang menjadi sesuatu yang legal secara syar'i maka hendaknya melihat aturan-aturan syar'i dalam masalah ini.
Di sini saya akan singgung praktek-praktek kemunkaran yang sering berkaitan dengan masalah bubrahnya rumah tangga orang, dengan harapan semoga setiap kita bisa menghindari tipu daya setan dari kalangan jin dan manusia yang memasang perangkap mereka untuk tujuan kemunkaran yang mereka inginkan pada rumah tangga muslim. Dan benar sabda Rasulullah:
إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ - قَالَ - فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ
"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengirim pasukannya. Dan yang paling dekat kepada Iblis dari pasukannya adalah setan yang bisa membikin fitnah yang paling besar. Salah satu dari mereka datang dan berkata, "Aku telah berbuat ini dan ini". Iblis berkata, "Kamu belum berbuat apa-apa". Kemudian datang setan lain dan berkata, "Aku tidak meninggalkannya sampai aku bisa memisahkan antara dirinya dengan istrinya". Maka Iblis mendekatkan setan tersebut kepada dirinya dan berkata, "Sebaik-baik (pasukanku) adalah kamu". (HR. Muslim no.: 7284).
Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahnya kepada setiap suami istri untuk menjaga keluarga mereka dari godaan pihak-pihak yang ingin ikut campur dan merusak hubungan mereka berdua sehingga tercapai tujuan mereka menikah yaitu menjalankan sunnah Nabi, menjaga diri dari perbuatan haram, membina rumah tangga sakinah, mawadah dan rahmah, mengharapkan mendapatkan  keturunan yang shalih dan tujuan-tujuan lain yang sesuai dengan aturan agama dengan harapan mendapatkan pahala dan ridha Allah.
Maka agar merusak rumah tangga orang menjadi syar'i, hendaknya:
1-      Jangan pakai sihir.
Sihir adalah perbuatan haram yang pelakunya dihukumi kafir dalam agama islam karena dia telah melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Dan hakekat sihir sebagaimana perkataan Ibnul 'Arabi adalah perkataan yang tersusun (jampi-jampi) yang diagungkan padanya selain Allah dan dinisbatkan kepadanya di dalam jampi-jampi tersebut takdir dan kejadian alam. (1) Sedangkan Ibnu Qudamah berkata tentang sihir, "Azimat, jampi-jampi dan ikatan tali temali (buhul) yang mempengaruhi badan dan hati (yang mana sihir tersebut) bisa membikin sakit, membunuh, memisahkan antara suami istri dan salah satu dari suami istri tersebut menjauhi yang lain. (2) Allah berfirman:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَاكَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِّنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآأُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَاهُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَالَهُ فيِ اْلأَخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ {102}
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui". (QS. al-Baqarah: 102).
Ayat di atas menetapkan bahwa sihir bisa menyebabkan perceraian antara suami istri akibat suami istri atau salah satu dari keduanya disihir. Dan sebab perceraian antara suami istri karena sebab sihir akibat apa yang dihayalkan kepada suami atau istri terhadap yang lainnya dari jeleknya fisik atau akhlak atau semisalnya atau kebenciannya atau yang semisal itu dari sebab-sebab yang membawa kepada perceraian. (3)
Jadi dengan sihir seseorang bisa menceraikan suami istri baik dia melakukan praktek sihir sendiri maka dia kafir dengan melakukan sihir atau dengan bantuan sihir dari tukang sihir dan ini perbuatan haram dan dosa besar.
2-      Jangan menggunakan namimah.
Namimah adalah mengadu domba antara dua orang yang berteman atau antara suami istri sehingga saling bermusuhan. Caranya dengan menukil perkataan salah satu dari keduanya untuk tujuan merusak hubungan antara keduanya. Jadi salah satu langkah untuk merusak rumah tangga orang dengan mengadu domba keduanya dengan trik dan tipu daya yang diatur sedemikian rupa oleh setan dari kalangan jin dan manusia sehingga terjadi pertengkaran dan permusuhan. Rasulullah mengatakan, "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba". (HR. Muslim no.: 303). Dan kerusakan yang ditimbulkan oleh adu domba bisa menyerupai kerusakan yang ditimbulkan oleh sihir, bahkan adu domba lebih efektif dari segi waktu dari pada sihir sebagaimana perkataan seorang salaf yaitu Yahya bin Ibni Katsir "Kadang seorang pengadu domba dan seorang pendusta bisa membikin kerusakan dalam waktu sesaat lebih besar daripada kerusakan yang dibuat oleh seorang tukang sihir selama setahun". (4)
3-      Jangan mentakhbib istri orang.
Takhbib adalah merusak akhlak seorang istri terhadap suaminya. Rasulullah bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ عَبْدًا عَلَى سَيِّدِهِ.
"Bukan golongan kami orang yang merusak akhlak seorang wanita terhadap suaminya atau seorang budak terhadap tuannya". (HR. Abu Dawud no.: 2177).  Sedangkan dalam kitab al-Kabair disebutkan riwayat:
ملعون من خبب امرأة على زوجها أو عبدا على سيده
"Terlaknat orang yang merusak akhlak seorang wanita terhadap suaminya atau seorang budak terhadap tuannya". (5) Bentuk  takhbib terhadap seorang wanita yaitu dengan menyebutkan kejelekan suaminya atau menyebutkan kebaikan lelaki lain, sehingga sang istri membenci suaminya atau membujuknya untuk minta cerai agar dia bisa menikahinya atau agar lelaki lain bisa menikahinya. (6) Artinya takhbib adalah akhlak yang harus dijauhi dan ditinggalkan oleh seorang muslim.
4-      Jangan merusak akhlak seorang istri untuk tidak Qana'ah.
Termasuk hal yang membuat rumah tangga jadi hilang kebahagiannya, yaitu hilang rasa qana'ah seorang istri terhadap nafkah suaminya. Sebagaimana di sebutkan dalam al-Qur'an para istri Nabi meminta nafkah yang Nabi tidak memilikinya. Allah berfirman:
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلاً {28} وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ اْلأَخِرَةَ فَإِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا {29}
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar". (QS. al-Ahzab: 28-29).
Rasulullah bersabda:
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الاِسْتِغْفَارَ فَإِنِّى رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ . فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ. قَالَ  تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَمَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغْلَبَ لِذِى لُبٍّ مِنْكُنَّ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَالدِّينِ قَالَ  أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَتَمْكُثُ اللَّيَالِىَ مَا تُصَلِّى وَتُفْطِرُ فِى رَمَضَانَ فَهَذَا نُقْصَانُ الدِّينِ0
"Wahai seluruh wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, sesungguhnya aku melihat kalian kebanyakan penduduk neraka". Maka seorang wanita yang berakal berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa kami kebanyakan penduduk neraka?". Rasulullah menjawab, "Kalian banyak melaknat dan tidak mensukuri suami. Dan aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya bisa mengalahkan orang yang sempurna akalnya dari pada kalian". Wanita itu berkata, "Wahai Rasulullah, apa (maksud) kurang akal dan agamanya?". Rasulullah menjawab, "Adapun kurang akal, persaksian dua orang wanita setara dengan persaksian seorang lelaki, ini kurang akalnya. Dan seorang wanita bermalam beberapa malam tidak mengerjakan shalat dan dia berbuka pada bulan Ramadhan, ini kurang agamanya". (HR. Muslim no.: 250).
Jadi termasuk pintu perusak rumah tangga seseorang, apabila seorang wanita tidak merasa cukup dengan apa yang suaminya nafkahkan kepadanya dan meminta lebih padahal kemampuan suami sebatas yang dia berikan kepada istrinya dari nafkah. Kewajiban seorang istri mensyukuri nafkah yang diberikan suaminya, Rasulullah berkata:
لا ينظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها وهي لا تستغني عنه
"Allah tidak akan melihat seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia tidak bisa berlepas diri dari (nafkah) suaminya". (7)
5-      Jangan menyalakan api pertengkaran dan permusuhan antara suami istri.
Sebagian orang memiliki keahlian untuk menimbulkan permusuhan antara dua orang atau dua kelompok atau seseorang dengan sekelompok orang dengan akal dan fasilitas yang Allah karuniakan kepada mereka namun digunakan untuk membikin fitnah. Hal ini terlarang, termasuk juga membuat makar agar suami istri bermusuhan. Rasulullah berkata:
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ
Sesungguhnya setan telah berputus asa dari disembah orang-orang yang shalat di Jazirah Arab, akan tetapi (setan bisa) menimbulkan permusuhan antara mereka". (HR. Muslim no.: 7281).
6-      Jangan membujuk seorang istri untuk berbuat makar terhadap suaminya.
Makar atau tipu daya wanita adalah sesuatu yang masyhur dalam kabar-kabar tentang wanita yang tidak sholihah, mereka memiliki kemampuan untuk berbuat makar, sebagaimana kisah Nabi Yusuf dengan istri pembesar Mesir yang berbuat makar terhadap Yusuf 'alaihi as-Salam.
7-      Jangan menghasut istri orang.
Hasutan di sini, tentu saja untuk kejelekan yang bertujuan agar rumah tangganya dengan suaminya hancur. Seorang wanita pada umumnya bisa dihasut oleh temannya tetangganya atau kerabatnya untuk tidak taat kepada suaminya sampai terjadi perceraian, dan ini juga bagian dari takhbib yang telah saya sebutkan. Rasulullah berkata:
إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ سِحْرًا
"Sesungguhnya penjelasan yang bagus termasuk sihir". (Muttafaq 'alaihi). (8) Yang dimaksudkan penjelasan disini tentu saja kata-kata manis yang mengandung hasutan, bujukan dan propaganda sesuai dengan tujuan pembicara. Dia ingin membawa orang yang diajak bicara untuk memiliki keyakinan, pemikiran, sikap atau akhlak seperti apa, dia bisa membawa orang yang diajak bicara kepada apa yang dia inginkan dengan kemampuan bicara yang dia miliki. Kalau dia menginginkan dengan bujuk rayunya tersebut agar seorang istri keluar dari ketaatan kepada suaminya, inilah takhbib yang terlarang.
8-      Jangan meminta kepada seorang istri untuk menceritakan rahasia-rahasia suaminya.
Menceritakan rahasia suami termasuk perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan seorang istri yang shalihah, karena ini termasuk bentuk perbuatan yang membuat marah suami jika mengetahui hal itu. Dan ini juga bentuk nusyuz seorang istri terhadap suaminya. Rasulullah bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
"Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat, seorang lelaki yang berduaan dengan istrinya dan istrinya melayaninya kemudian dia menyebarkan rahasia istrinya". (HR. Muslim no.: 3615). Larangan ini mencakup suami dan istri untuk tidak menyebarkan rahasia pasangannya ketika di ranjang. Juga termasuk hal yang dilarang seorang istri menyebarkan rahasia-rahasia suaminya ataupun istri ketika di dalam rumah yang tidak selayaknya di sampaikan kepada pihak ketiga, keempat dan seterusnya.
9-      Ketika seorang istri berbuat nusyuz kepada suaminya, hendaknya tidak dibantu.
Seorang istri yang nusyuz kepada suaminya yaitu tidak taat kepada suaminya apakah dengan menyebarkan rahasia suami atau ingin membuat suaminya marah dan perbuatan nusyuz lainnya. Maka selayaknya pihak ketiga tidak membantunya, karena ini bagian dari tolong-menolong di atas dosa dan kemungkaran. Allah berfirman:
وَلاَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". (QS. al-Maidah: 2). Ini juga bagian dari system perusak rumah tangga orang.
10-  Jangan membujuk suami untuk menceraikan istrinya.
Bisa jadi seorang suami mendapatkan bujukan dari pihak lain agar menceraikan istrinya. Dalam sebuah hadits Rasulullah berkata:
لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تَسْأَلُ طَلاَقَ أُخْتِهَا لِتَسْتَفْرِغَ صَحْفَتَهَا ، فَإِنَّمَا لَهَا مَا قُدِّرَ لَهَا
"Tidak halal bagi seorang wanita meminta talak madunya agar penuh bejananya. Sesungguhnya (rezkinya) apa yang telah ditakdirkan untuknya". (HR. Bukhari no.: 5152). Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seorang wanita yang akan dimadu (dijadikan istri kedua) tidak boleh mempersyaratkan kepada calon suaminya untuk menceraikan istrinya bila ingin menikahinya, ini hal yang tidak boleh sebagaimana sabda Rasulullah tersebut. Demikian juga bujukan pihak lain yang bukan dari calon istrinya tidak diperkenankan, karena hukum asal mentalak istri tanpa alasan syar'i terlarang dan termasuk perkara yang dicintai Iblis sebagaimana hadits Jabir yang diriwayatkan Imam Muslim diatas.
11-  Jangan memaksa masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya tidak di rumah.
Seorang istri harus taat kepada suaminya meskipun sang suami tidak di rumah. Apabila suami memberikan pesan kepada istri untuk tidak menerima tamu maka sang istri harus taat. Maka apabila ada seseorang bertamu dan sang istri tidak menerima tamu tersebut bisa jadi dia taat kepada suaminya yang tidak memperbolehkan menerima tamu secara mutlak atau beberapa orang yang tidak disukai suaminya. Rasulullah bersabda:
فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَإِنَّ لَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ
"Bertakwalah kepada Allah pada para wanita, sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Dan sesungguhnya kewajiban mereka terhadap kalian hendaknya mereka tidak mendudukan seorang pun yang kalian benci di dalam rumah kalian. Jika mereka melakukan itu, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras". (HR. Muslim no.: 3009).
12-  Jangan meminta-minta kepada seorang istri suatu barang tanpa seijin suaminya.
Karena termasuk kewajiban istri kepada suaminya, hendaknya seorang istri tidak menafkahkan atau memberikan suatu barang kepada orang lain tanpa seijin suaminya. Rasulullah bersabda:
لاَ تُنْفِقُ امْرَأَةٌ شَيْئًا مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلاَّ بِإِذْنِ زَوْجِهَا
"Janganlah seorang wanita menafkahkan suatu barang dari rumah suaminya kecuali dengan ijin suaminya". (HR. at-Tirmidzi no.: 672).
Kedua poin terakhir yaitu istri memasukkan ke dalam rumah suaminya seseorang atau beberapa orang yang dibenci suaminya dan memberikan barang tanpa seijin suami termasuk hal yang bisa menimbulkan fitnah antara suami istri, maka selayaknya istri untuk taat kepada suaminya dan pihak ketiga tidak berusaha untuk menimbulkan perselisihan antara keduanya.
13-  Jangan ikut campur dalam urusan kedua suami istri terlebih lagi bila ada perselisihan antara keduanya.
Turut campur urusan orang lain termasuk hal yang tidak terpuji karena orang tersebut telah memasuki wilayah yang bukan miliknya. Selama perselisihan tersebut bisa dihentikan dan kedua suami istri tersebut bisa hidup rukun lagi setelah pertengkaran mereka, tidak selayaknya ada pihak ketiga yang turut campur karena bisa jadi akan menambah dan memperbesar perselisihan mereka. Dan bisa jadi setan mengambil peran besar dalam hal ini untuk menimbulkan permusuhan.
14-  Jangan meminta penguasa untuk mengatur bubrahnya rumah tangga seseorang.
Ini juga sebuah langkah yang tidak benar. Penguasa di sini bisa jadi pemimpin suatu masyarakat atau orang yang memiliki kedudukan dan suara dalam masyarakat atau pemimpin perusahaan tempat kerja dan semisalnya. Pemimpin tersebut diminta untuk mensukseskan program perceraian sebuah rumah tangga dengan bantuan para bawahannya atau orang-orang yang taat dengan sang pemimpin dalam setiap perkataan dan perintahnya yang lupa atau tidak tahu perkataan Rasulullah:
لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ.
"Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan". (HR. Muslim no.: 4871). Sang penguasa membentuk "tim sukses" untuk melancarkan tujuan tersebut dengan membuat trik, tipu daya dan mengatur langkah-langkah yang mungkin bisa membawa kepada perceraian. Wallahu al-Musta'an, apakah ada orang yang mau bertakwa kepada Allah?.
Jadi merusak rumah tangga orang adalah haram dan bukan akhlak seorang muslim sunni karena termasuk gangguan kepada orang lain. Rasulullah bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya". (HR. Bukhari no.: 6018). Tetangga di sini mencakup tetangga samping rumahnya atau orang yang berdekatan rumahnya juga mencakup teman sepekerjaan di tempat kerja dan semisalnya.
Larangan-larangan tersebut mencakup semua pihak yang ingin merusak rumah tangga seseorang, apakah keluarga sang wanita atau keluarga sang suami apalagi pihak-pihak yang tidak ada hubungan kerabat dengan kedua suami istri tersebut. Bubrahnya rumah tangga suami istri membawa kepada efek yang tidak bagus bagi anak-anak mereka dari tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya, rusaknya hubungan kekeluargaan dan mafsadah lainnya yang berkaitan dengan perceraian. Kita meminta kepada Allah untuk menyelematkan keluarga kita dan keluarga kaum muslimin dari semua itu.
Di sini akan saya sebutkan beberapa hadits dari Rasulullah untuk diketahui dan diamalkan oleh para istri:
Rasulullah bersabda:
ونساؤكم من أهل الجنة : الودود الولود العؤود على زوجها ؛ التي إذا غضب جاءت حتى تضع يدها في يد زوجها وتقول : لا أذق غمضا حتى ترضى.
"Dan istri-istri kalian dari penduduk surga: istri yang mencintai suaminya, banyak anak dan memberikan manfaat untuk suaminya yang apabila sang suami marah dia mendatangi suami dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya sambil berkata, "Aku tidak akan memejamkan mata sampai kamu ridha". (as-Silsilah ash-Shahihah no.: 287).
Rasulullah bersabda:
لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا.
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya dari bidadari berkata, "Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah membinasakankanmu. Sesungguhnya dia di sisimu hanya singgah, hampir saja dia akan meninggalkanmu menemui kami". (Diriwayatkan oleh Ahmad no.: 22754, at-Tirmidzi no.: 1207 dan Ibnu Majah no.: 2092).
Rasulullah bersabda:
اثنان لا تجاوز صلاتهما رؤوسهما : عبد أبق من مواليه حتى يرجع وامرأة عصت زوجها حتى ترجع.
"Dua golongan yang shalat mereka tidak akan melampaui kepala mereka: seorang budak yang lari dari tuannya sampai dia kembali dan seorang wanita yang bermaksiat kepada suaminya sampai kembali (taat)". (as-Silsilah ash-Shahihah no.: 288). Oleh karena itu Aisyah pernah berkata kepada para wanita, "Wahai para wanita, seandainya kalian tahu hak suami kalian terhadap kalian, niscaya salah seorang di antara kalian akan mengusap debu yang menempel di kedua kaki sauaminya dengan wajahnya". (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf: 3/398).
Rasulullah bersabda ketika ditanya:
أَىُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ: الَّتِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِى نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ.
"Wanita yang bagaimana yang paling baik?". Rasulullah berkata, "Yang menyenangkan suaminya apabila dia memandangnya, yang taat kepada suaminya jika dia memerintahkannya dan dia tidak menyelisihi suaminya pada jiwa dan hartanya terhadap hal yang tidak disukai suaminya". (HR. an-Nasai no.: 3244). Tentu saja ketaatan dalam hadits ini dalam kebaikan bukan pada kemaksiatan. Karena Rasulullah telah bersabda: "Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan". (HR. Muslim no.: 4871).
Rasulullah bersabda:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ.
"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki". (HR. Ahmad no.: 1683).
Rasulullah bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ.
"Siapapun wanita yang meminta talak kepada suaminya tanpa alasan, maka haram baginya (mendapatkan) bau surga". (HR. Ahmad no.: 23041, Abu Dawud no.: 2228, Tirmidzi no.: 1225 dan Ibnu Majah no.: 2133). Apabila seorang istri tahu dan percaya akan hadits Rasulullah ini, dia akan menjauhkan diri dari meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan. Namun ada juga istri yang tahu akan hadits ini, dan dia berbuat makar agar bisa mendapatkan alasan untuk minta cerai kepada suaminya atau pihak ketika berusaha membuat fitnah sehingga menjadi sarana bagi istri untuk minta cerai. Wal 'iyadzu billah…
Kemudian untuk para suami saya sampaikan hadits Rasulullah:
الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ.
"Wanita seperti tulang rusuk jika kamu meluruskannya kamu akan mematahkan tulang tersebut. Jika kamu mengambil manfaat darinya, kamu akan mendapatkan manfaat dari wanita tersebut dan padanya ada kebengkokan". (HR. Bukhari no.: 5184).
Dalam hadits yang lain Rasulullah berkata:
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.
"Berbuat baiklah terhadap para wanita, sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu ingin meluruskannya kamu akan memetahkannya, jika kamu biarkan maka akan senantiasa bengkok. Maka berbuat baiklah kepada para wanita". (HR. Bukhari no.: 5186).
Saya katakan kepada orang yang menginginkan kerusakan rumah tangga orang, janganlah setelah kalian tahu bahwa wanita seperti tulang rusuk yang bengkok kemudian kalian memberikan fasilitas kepada para wanita untuk tambah bengkok, takutlah kepada Allah!.
Rasulullah bersabda:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ.
"Janganlah seorang mukmin marah terhadap seorang mukminah, jika dia membenci beberapa akhlak istrinya dia meridhai akhlaknya yang lain". (HR. Muslim no.: 3721).
Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala aalihi wa shahbihi ajma'in……
Catatan kaki:
1-      Lihat Ahkam al-Qur'an karya Ibnul 'Arabi: 1/53.
2-      al-Kafi fi Fiqhi al-Imam Ahmad bin Hanbal: 4/164.
3-      Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 1/364.
4-      Dinukil dari Syarh Kitab at-Tauhid hal.: 136.
5-      al-Kabair hal.: 209.
6-      Lihat 'Aunul Ma'bud: 6/159 dan 14/52.
7-      Lihat as-Silsilah ash-Shahihah no.: 289.
8-      Diriwayatkan oleh Bukhari no.: 5146 dan Muslim no.: 2046.

Read more: http://kataitucinta.blogspot.com/2011/11/merusak-rumah-tangga-orang-mrto-secara.html#ixzz2IZaUoAfa

19 Januari 2013

Zina

"Berani Berzina..?! Kasihanilah Ibumu, Saudari perempuanmu, Anak perempuanmu..."

Bismillaah..


"Sesungguhnya seorang lelaki yg kepalanya ditancap besi panas itu lebih baik baginya drpd ia menyentuh perempuan yg bukan mahramnya" (HR.Bukhari ).


Ada seseorang yg datang kpd rasulullah.

"Wahai Rasulullah saw,izinkan aku untuk melakukan zina",Maka sejumlah orang terus menghampiri pemuda itu dan memarahinya,mereka berkata,"Diam kamu!".

Maka berkata Rasulullah saw, "Dekatkan lah pemuda itu (kepadaku)".

Lalu beliau berkata kepadanya, "Duduklah!" Maka pemuda itu pun duduk. "Apakah kamu suka seseorang berzina dengan ibumu?" tanya Rasulullah saw.
Pemuda itu menjawab, "Demi Allah, tidak.Semoga Allah menjadikanmu sebagai tebusanmu".
Rasulullah bersabda, "Begitu pula orang lain, tidak ada yang suka ibunya berzina dengan orang lain."

"Apakah kamu suka seorang berzina dengan anak perempuanmu?" tanya Rasulullah saw.Pemuda itu menjawab,"Demi Allah,tidak.Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu" Rasulullah saw bersabda,"Begitu pula orang lain,tidak ada orang suka anak perempuannya berzina."


"Apakah kamu suka seseorang berzina dengan saudari perempuanmu?" Tanya Rasulullah saw.

Pemuda itu menjawab,"Demi Allah,tidak.Semoga Allah menjadikanku sbg tebusanmu".
Rasulullah berkata,"Begitu pula orang lain,tidak ada orang suka saudari perempuannya berzina dengan orang lain."

"Apakah kamu suka seseorang berzina dengan saudara perempuan ayahmu?" tanya Rasulullah saw.

Pemuda itu menjawab,"Demi Allah,tidak.Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu".

Rasulullah saw bersabda,"Begitu pula orang lain,tidak ada yang suka saudara perempuan ayahmu berzina dengan orang lain.Apakah kamu suka seseorang berzina dengan dengan saudara perempuan ibumu?".


Pemuda itu menjawab,"Demi Allah,tidak.Semoga Allah menjadikan ku sebagai tebusanmu".

Rasulullah saw bersabda,"Begitu pula orang lain,tidak ada yang suka saudari ibunya berzina dengan orang lain".

Lalu Rasulullah saw meletakkan tangan beliau keatas tubuh pemuda itu,sambil berdo'a:"Ya Allah ampunilah dosa-dosanya,bersihkanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya".


Perawi hadist ini berkata,"Setelah kejadian tersebut,pemuda itu tidak lagi menoleh kepada sesuatu apa pun (yang diharamkan). (HR. Ahmad).

18 Januari 2013

Mencari Ridho Allah Swt (2)

Buatlah Mereka Tersenyum
 
BERBAKTI kepada orang tua mencakup banyak hal. Membantu keduanya dalam pekerjaannya, membuat mereka selalu senang dan berseri dengan keberadaan kita, menjaga harga diri mereka, menutupi aib keduanya dan mendoakan keduanya, ini semua adalah termasuk kategori berbakti kepada orang tua (Birrul Waalidain).
Sebaliknya, Allah mengancam dan memberikan peringatan keras dalam Al Quran maupun melalui lisan Rasulullah SAW terhadap orang-orang yang durhaka pada keduanya dan menyedihkan (menyusahkan) mereka.
Bukankah kita sering mendengar firman Allah Ta’ala yang melarang kita mengatakan “Uff/ Ah” kepada orang tua. Lalu bagaimana dengan menghardik atau memukul mereka yang akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh anak-anak yang tidak beradab dan tidak punya akhlak mulia.
Bukankah kita sadar dan ingat bagaimana keduanya menjaga kita ketika kita masih kecil, mereka mengorbankan harta, kekuatan dan diri mereka demi kita, bahkan ketika kita beranjak dewasa, mereka pula yang sibuk untuk mendidik dan mengajarkan apa-apa yang bermanfaat untuk kebahagiaan kita.
Allah SWT menyifati kasih sayang seorang ibu yang tanpa pamrih itu pada firman-Nya (yang artinya): “Dan telah Kami wasiatkan kepadamanusia (agar dia berbakti) pada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman 14)
Lihatlah, bahwa ibu telah mengandung anaknya dengan susah payah dan lemah. Belum lagi rasa sakit yang dideritanya. Dua tahun lamanya dia menyusui anaknya lalu setelah itu disapihnya. Maka di akhir ayat ini Allah memerintahkan agar kita bersyukur kepada Allah, karena Dia telah menggerakkan hati si ibu agar rahmat atau kasihan pada anaknya. Dan yang kedua adalah bersyukur atau berterima kasih kepada kedua orang tua yang telah mengasuh anaknya. 

Madinatulilmi.com/H Ali Akbar — HARIAN TERBIT
Editor — Fenty Wardhany

Mencari Ridho Allah (1)

Berbakti Kepada Orang Tua

RIDHO berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah SWT. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah SWT. Dan apapun yang digariskan Allah SWT kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya.
Banyak sarana atau cara seorang hamba mendapat keridhoan Alllah. Diantaranya adalah Birrul Waalidain (berbakti kepada orangtua). Banyak hamba-hamba pilihan Allah Ta’ala yang memperoleh kebahagiaan dan kesenangan karena kebaikannya terhadap kedua orang tua. Menjaga hak keduanya danmemperhatikan apapun untuk menyenangkan keduanya. Taat pada perintah mereka, selagi tidak bertentangan dengan agama atau syariat.
Satu contoh yang sangat jelas adalah Uwais Al Qarani. Seorang Tabi’i. yang mulia lagi agung. Mencapai maqam yang tinggi karena dia berbakti kepada ibunya yang sudah tua. Dan Rasulullah SAW sendiri telah memproklamirkan kemuliaannya di hadapan para sahabat.
Setiap kali Uwais hendak berangkat ke Madinah untuk berjumpa Nabi SAW, ibunya melarang karena dia akan kesepian dan sendiri tanpa Uwais di sampingnya. Akhirnya Uwais mengurungkan niatnya. Begitulah berkali-kali dia tidak diizinkan meninggalkan sang ibu. Sampai akhirnya Nabi Muhammad SAW meninggalkan umat. Diapun tidak sempat bertemu dengan Rasulullah, maka dia bukan sahabat tapi seorang Tabi’i.
Dalam Al Quran al Karim Allah SWT berfirman (yang artinya): “Dan sembahlah Allah dan jangan pula kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan kepada kedua orang tua berbuatlah baik”. (QS. An Nisaa’ 36)
Ayat diatas sudah jelas menunjukkan betapa Allah Ta’ala mewajibkan kepada kita agar selalu menjaga hak-hak kedua orang tua. Pada ayat ini Allah menggandeng antara perintah untuk beribadah kepada Allah semata dengan perintah berbakti kepada orang tua. Tentu hal iniadalah besar arti dan maksud yang terkandung didalamnya.

Madinatulilmi.com/H Ali Akbar — HARIAN TERBIT
Editor — Fenty Wardhany

17 Januari 2013

IKHLAS

Sesungguhnya tujuan utama agama Islam adalah agar manusia beribadah kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:
Dan mereka tidaklah diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya (terjemah: Al Bayyinah: 5).
Ta’rif (definisi) ikhlas
Ikhlas secara bahasa artinya memurnikan sesuatu dan membersihkannya dari campuran. Secara istilah, ada beberapa ta’rif, di antaranya adalah:
-    Ikhlas adalah pensucian niat dari seluruh noda  dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Noda di sini misalnya mencari perhatian makhluk dan pujian mereka.
-    Ikhlas adalah pengesaan Allah Ta’ala dalam niat dan ketaatan.
-    Ikhlas adalah melupakan perhatian makhluk dan selalui mencari llah Ta’ala.  antaranya adalah:
-    ya dari campuran. perhatian al Khaliq.
-    Ikhlas adalah seorang berniat mendekatkan diri kepada Allah dalam ibadahnya.
-    Ikhlas adalah samanya perbuatan seorang hamba antara yang nampak dan yang tersembunyi.
Singkatnya, ikhlas adalah seseorang beribadah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, takut terhadap siksa-Nya dan ingin mencari ridha-Nya.
Dzun Nun Al Mishriy rahimahullah berkata: “Tiga tanda keikhlasan adalah: (1) Seimbangnya pujian dan celaan orang-orang terhadapnya, (2) Lupa melihat amal dalam beramal, (3) Dan mengharapkan pahala amalnya di akhirat.”
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas adalah asas keberhasilan dan keberuntungan di dunia dan akhirat. Ikhlas bagi amal ibarat pondasi bagi sebuah bangunan dan ibarat ruh bagi sebuah jasad, di mana sebuah bangunan tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa pondasi, demikian juga jasad tidak akan dapat hidup tanpa ruh. Oleh karena itu, amal shalih yang kosong dari keikhlasan akan menjadikannya mati, tidak bernilai serta tidak membuahkan apa-apa, atau dengan kata lain “wujuuduhaa ka’adamihaa” (Keberadaannya sama seperti ketidakadaannya).
Ikhlas juga merupakan syarat diterimanya amal di samping sesuai dengan Sunnah. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam hadits Qudsi:

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Aku sangat tidak butuh sekutu, siapa saja yang beramal menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku akan meninggalkan dia dan syirknya.” (HR. Muslim)
Tempat Ikhlas
Ikhlas tempatnya di hati. Saat hati seseorang menjadi baik dengan ikhlas, maka anggota badan yang lain ikut menjadi baik. Sebaliknya, jika hatinya rusak, misalnya oleh riya’, sum’ah, hubbusy syuhrah (agar dikenal), mengharapkan dunia dalam amalnya, ‘ujub (bangga diri) dsb. maka akan rusaklah seluruh jasadnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ .
“Apabila hati menjadi baik, maka akan baik pula seluruh jasadnya, dan apabila hati menjadi rusak, maka akan rusak seluruh jasadnya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Seseorang dituntut untuk berniat ikhlas dalam seluruh amal shalihnya, baik shalatnya, zakatnya, puasanya, jihadnya, amar ma’ruf dan nahi munkarnya, serta amal shalih lainnya, termasuk belajarnya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Janganlah kalian belajar agama karena tiga hal; agar dapat mengalahkan orang-orang jahil, agar dapat mendebat para fuqaha’ dan agar perhatian orang-orang beralih kepada kalian. Niatkanlah dalam kata-kata dan perbuatan kalian untuk memperoleh apa yang ada di sisi Allah, karena hal itu akan kekal, adapun selainnya akan hilang.”
Buah yang dihasilkan dari keikhlasan
Buah yang dihasilkan dari keikhlasan sungguh banyak, seorang yang ikhlas dalam mengucapkan Laailaahaillallah, maka Allah akan mengharamkan neraka baginya. Seorang yang mengikuti ucapan muazin dengan ikhlas, maka Allah akan memasukkannya ke surga. Seorang yang menuntut ilmu agama dengan ikhlas, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Seorang yang ikhlas menjalankan puasa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bahkan perbuatan mubah akan menjadi berpahala dengan keikhlasan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِيَ بِهَا وَجْهُ اللهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا حََat yang
ubah akan menjadi berpahala dengan keikhlasan. pun jika angتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ
“Sesungguhnya kamu tidaklah menafkahkah satu nafkah pun karena mengharapkan keridhaan Allah, kecuali kamu akan diberikan pahala terhadapnya sampai dalam suapan yang kamu masukkan ke dalam mulut istrimu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Perhatikanlah kisah tiga orang yang bermalam di sebuah gua, lalu jatuh sebuah batu besar  menutupi gua tersebut, sehingga mereka tidak bisa keluar. Masing-masing mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal shalih yang mereka kerjakan dengan ikhlas, akhirnya Allah menyingkirkan batu tersebut dari gua, hingga mereka semua bisa keluar. Ini sebuah contoh buah dari keikhlasan.

Akibat tidak ikhlas
Sebaliknya, jika amal shalih dikerjakan atas dasar niat yang tidak ikhlas, bukan mendapatkan pahala, bahkan mendapatkan siksa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmatNya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, “Kamu gunakan untuk apa nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku (gunakan untuk) berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid”, Allah berfirman, “Kamu dusta, sebenarnya kamu berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan sudah dikatakan demikian”, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka. (Kedua) seorang yang belajar agama, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an, Ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, “Kamu gunakan untuk apa nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku (gunakan untuk) mempelajari agama, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an karena Engkau”, Allah berfirman: “Kamu dusta, sebenarnya kamu belajar agama agar dikatakan orang alim, dan membaca Al Qur’an agar dikatakan qaari’, dan sudah dikatakan”, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka. (Ketiga) seseorang yang dilapangkan rezkinya dan diberikan kepadanya berbagai jenis harta, ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, “Kamu gunakan untuk apa nikmat itu?” Ia menjawab, “Tidak ada satu pun jalan, di mana Engkau suka dikeluarkan infak di sana kecuali aku keluarkan karena Engkau”. Allah berfirman, “Kamu dusta, sebenarnya kamu lakukan hal itu agar dikatakan sebagai orang yang dermawan dan sudah dikatakan“, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka.” (HR. Muslim)
Contoh Riya’ dan kurang ikhlas
Berikut beberapa contoh riya’ dan amalan yang kurang ikhlas:
-  Seorang menambahkan lagi ketaatannya ketika dipuji, atau mengurangi bahkan meninggalkan ketaatan ketika dicela.
-  Seseorang beramal shalih dan berakhlak mulia agar dicintai orang-orang, diperlakukan secara baik dan mendapat tempat di hati mereka. Jika hal itu tidak tercapai, ia pun berat sekali melakukannya.
-  Seseorang bersedekah karena ingin dilihat orang, jika tidak ada yang melihatnya, ia tidak mau bersedekah.
-  Ibnu Rajab berkata, “Dan termasuk penyakit riya’ yang tersembunyi adalah bahwa seseorang terkadang merendahkan dirinya, di hadapan manusia, mengharap dengan itu agar manusia melihat bahwa dirinya adalah seorang tawadhu’, sehingga terangkat kedudukannya di sisi mereka dan mendapat pujian dari mereka..”
-  Seorang yang berjihad agar ia terbiasa perang.
Keadaaan manusia dalam beramal shalih
Orang-orang dalam beramal shalih beraneka ragam sbb:
-   Ada yang beramal shalih, niatnya murni riya’, seperti orang-orang munafik. Di mana, amal yang dilakukan tidak lain agar mendapatkan perhatian dari orang lain. Amalan ini sia-sia.
-   Seorang yang beramal shalih, niat asalnya karena Allah bercampur riya’ dari awal hingga akhirnya. Nas-nas yang shahih menunjukkan bahwa amalnya juga sia-sia.
-   Seorang yang beramal shalih, niat asalnya ikhlas lillah, namun kedatangan riya’ di tengah-tengahnya. maka dalam hal ini ada dua keadaan:
  1. Awal ibadah dan akhirnya terpisah, maka yang awalnya sah dan yang terakhirnya sia-sia. Contoh: Seseorang mempunyai 20.000,- yang ingin disedekahkannya, ia pun menyedekahkan 10.000, yang pertama ikhlas lillah, namun 10.000,- sisanya karena riya’. Maka yang pertama sah, sedangkan yang kedua sia-sia.
  2. Awal ibadah dengan akhirnya menyatu. Dalam hal ini ada dua keadaan juga:
    1. Riya’ yang datang tiba-tiba dilawannya, kemudian berhasil disingkirkan.  Maka amal shalihnya tetap sah.
    2. Riya’ yang datang tiba-tiba dibiarkannya, akhirnya dirinya terbawa oleh riya’ tersebut. Maka dalam hal ini amalnya sia-sia.
Obat Riya’
Di antara sebab timbulnya riya’ adalah karena lemahnya keimanan dan karena kebodohan. Oleh karena itu, ketika iman lemah, seseorang mudah berbuat maksiat, Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَزْنِى الزَّانِى حِينَ يَزْنِى وَهْوَ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهْوَ مُؤْمِنٌ ،
“Tidaklah berzina seorang pezina ketika dia sedang berzina sedang dia seorang mukmin, dan tidaklah ia meminum khamr ketika dia sedang meminumnya sedang dia mukmin (HR. Bukhari)
Demikian juga, seseorang tidaklah berbuat kemaksiatan kecuali karena ia jahil (bodoh), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Segala maksiat itu bersumber pada kebodohan, dan seandainya manusia mengetahui ilmu yang bermanfaat niscaya ia tidak melakukan maksiat.” Selanjutnya beliau berkata ketika menafsirkan ayat:
Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah ulama (terj. Al Fathir: 28).
“Setiap orang takut kepada Allah dan taat kepada-Nya serta tidak memaksiati-Nya maka dia adalah alim/berilmu.”
Obat lemahnya iman dan kebodohan adalah dengan belajar dan beramal.
Termasuk sebab timbulnya riya’ juga adalah karena menyukai pujian, takut celaan dan menyukai pemberian. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Tidak mungkin berkumpul bersama antara ikhlas dengan mencintai pujian, sanjungan serta tamak (rakus) terhadap harta manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api, binatang dhab (mirip biawak namun kecil) dengan ikan besar (pemangsanya).”
Cara agar kita tidak cinta terhadap pujian manusia adalah dengan mengetahui bahwa pujian seseorang tidaklah bermanfaat apa-apa, demikian juga celaannya tidaklah berbahaya, yang bermanfaat adalah pujian Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan yang berbahaya adalah celaan-Nya. Sedangkan cara agar kita tidak tamak terhadap harta manusia adalah dengan mengetahui bahwa harta yang kita inginkan tersebut di Tangan Allah-lah perbendaharaan.
Termasuk cara agar dapat menghindarkan diri dari riya’ adalah dengan menyembunyikan amal shalih, hal ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya, “Seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya (Sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim)
Termasuk obat pernyakit riya’ adalah:
-   Seseorang mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala Maha Mendengar dan Melihat serta mengetahui apa saja yang kita sembunyikan dan kita tampakkan.
-   Meyakini bahwa pahala hanya milik Allah, selain-Nya tidak memiliki pahala.
-   Mengetahui bahwa dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding akhirat.
-   Berdoa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلشِّرْكُ فِيْكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ، وَسَأَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتَهُ أُذْهِبَ عَنْكَ صِغَُارُ الشِّرْكِ وَكِبَارُهُ، تَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Syirk yang menimpamu lebih halus daripada rayapan semut. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu lakukan, niscaya akan dihilangkan darimu syirk yang besar maupun yang kecil. Yaitu kamu berkata: “Allahumma…dst (artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui, dan aku meminta ampun kepada-Mu terhadap hal yang tidak aku ketahui.” (Shahihul Jami’: 3625)
Kesimpulannya, bahwa amalan yang didasari motivasi mencari pujian dan sanjungan manusia atau mengharapkan imbalan dari mereka merupakan amalan tercela meskipun zhahirnya kelihatan sebagai amal shalih. Namun demikian, tidaklah mengurangi keikhlasan jika ternyata ada orang lain yang memuji amalnya, asalkan niatnya tetap ikhlas lillah berdasarkan hadits riwayat Muslim bahwa Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang beramal karena cinta kepada Allah, lalu orang-orang memujinya, maka Beliau menjawab:
تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ
“Itu adalah kabar gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan.”
Marwan bin Musa
Maraaji’: Al Ikhlas (Syaikh Abdul Muhsin Al ’Abbad), Kitab Al Ikhlas (Husain Al ‘Awaaisyah), Nuurul Ikhlas (DR. Sa’id Al Qahthaani), Ikhlas versus Riya’ (Majalah As Sunnah Edisi 08/IV/1421-2000, tulisan M. Abu Hamdan) dll.